Bonita - Aku


Saat tiap sudut ruangmu menjadi gelap
Apakah terbersit sosok seorang aku?
Saat khayalanmu bertaburan penuhi hawa
Bolehkah seorang aku ikut serta?
Hanya seorang aku...
Aku sendiri...
Aku...
Saat sang terang menciummu dengan sinarnya
Apakah seorang aku diperkenankan?
Bila segarnya air terbalut indah di tubuhmu
Bolehkah seorang aku ikut serta?
Hanya seorang aku...
Aku sendiri...
Aku...
Biarkan pikiranku hidup di kepalamu
Biarkan diriku bersemayam dalam tubuhmu
Dan biarkanlah seorang aku miliki jiwa dan ragamu
Hanya seorang aku...
Aku sendiri...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas Essay yang Gak Jelas


PEMIMPIN SEPERTI APAKAH SAYA? ”

            Ketika mendapatkan tema seperti ini, “Pemimpin Seperti Apakah Saya?” saya menjadi teringat ketika saya masih SMP dan SMA, yakni di mana masa-masa saya belajar menjadi seorang pemimpin di dalam kelas ataupun di suatu organisasi. Jika saya mengingat hal tersebut, maka yang terlintas di benak saya adalah saat itu saya belum bisa memimpin dengan baik. Ketika saya menjadi ketua kelas saat kelas 7 SMP, saya tidak bisa mengkondisikan kelas yang berisik dan gaduh ketika ada guru yang tidak masuk kelas dan hanya diberi tugas. Seisi kelas sangat berisik dan saya mencoba menenangkan keadaan kelas dengan berteriak-teriak dan dengan nada agak marah, bukan tegas, sehingga teman-teman hanya diam sejenak dan mengabaikan saya. Kelas pun kembali ribut. Saat itu saya masih memiliki rasa takut untuk memimpin dan bertanggung jawab apa yang diamanahkan oleh teman saya. Maklum, saya masih berumur 12 tahun dan masih ada sikap “ababil” di dalam diri saya.
            Berlanjut lagi ke pengalaman saya ketika berada di SMA. Saya mengikuti suatu organisasi dan terjadi regenerasi kepengurusan saat kelas 11. Saya melihat teman-teman saya sangat antusias di organisasi lain dan banyak di antara mereka ingin mengajukan dirinya sebagai ketua. Sementara, di organisasi yang saya ikuti sangat minim sekali anggota yang berminat menjadi ketua. Saya bertanya ke teman-teman saya apakah ada yang bersedia mencalonkan diri sebagai ketua dan jawaban mereka bermacam-macam, seperti, “Lo aja li yang calonin diri, gue ga bisa jadi ketua”. Yaa kurang lebih jawabannya seperti itu. Bertanya ke adik kelas juga seperti itu, tidak ada yang mau mencalonkan diri sebagai ketua, setidaknya bersikap berani terlebih dahulu lebih baik dari pada belum mencoba tetapi sudah menyerah. Saya pasrah saja terhadap situasi yang terjadi dan mau tidak mau, suka tidak suka, hanya saya dan satu orang adik kelas saya yang bersedia mencalonkan diri, itupun karena saya desak. Apa jadinya jika hanya saya yang mencalonkan diri ???? Saya tidak akan memiliki wakil ketua. Dengan keberanian yang seadanya saya pun menjalaninya dengan agak berat hati. Bukannya saya tidak ikhlas atau bagaimana, tapi saya sedih dengan organisasi tersebut karena kekurangan sosok calon pemimpin. Mereka hanya bersedia menjadi bawahan atau anggota saja. Akhirnya saya yang terpilih sebagai ketua. Saya mulai menjalankan beberapa proker. Awal-awal kepengurusan, proker masih berjalan dengan baik, tapi lama kelamaan hanya saya saja yang bergerak untuk menjalankan proker tersebut padahal saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman agar membantu saya dan mereka menyanggupinya. Tetapi pada kenyataannya, saya–lah yang mencari-cari mereka (teman-teman) dan wakil saya bersikap pasif, hanya menunggu perintah dari saya dan kurang melaksanakan apa yang seharusnya menjadi tugasnya ketika ingin menjalankan kegiatan rutin setiap Jumat.
Saya sedih dengan keadaan tersebut dan membuat saya berpikir apakah saya tidak tegas terhadap mereka dan tidak bisa menjadi pemimpin yang baik atau ada hal lain yang membuat organisasi yang saya ketuai menjadi organisasi yang pasif. Pembina pun telah menegur saya dengan memberi beberapa masukan dan ikut serta dalam kegiatan untuk memantaunya. Ia juga mencoba memberi masukan kepada anggota yang mengikuti kegiatan tersebut agar mendukung kegiatan yang diadakan. Hingga akhirnya kegiatan rutin menjadi benar-benar tidak aktif selama beberapa minggu dikarenakan saya hanya menjalaninya sendiri tanpa ada teman-teman yang membantu, padahal sebelumnya saya sudah memberitahukan teman saya agar membantu saya. Saat itu saya benar-benar tidak bisa menjalankan amanah dengan baik. Apabila saya mempunyai teman-teman pengurus yang juga siap mengemban amanah dengan baik, pasti saya bisa menjadi ketua yang baik. Saya menjadi ketua yang setengah-setengah karena tidak didukung oleh pengurus yang lain.
            Dari pengalaman di atas, saya dapat menggambarkan pemimpin seperti apakah saya pada saat itu, yakni saya belum menjadi pemimpin yang all out dan berani dengan segala hal yang akan saya hadapi. Saya masih agak ragu melangkah menjalankan amanah saya dan saya belum berani berbicara dengan baik di dalam forum. Selain itu, saya kurang bisa menggerakkan dan mempengaruhi anggota lain agar bisa mengikuti apa yang saya inginkan dalam menjalankan kegiatan rutin tersebut. Saya belum bisa menjadi pemimpin yang dihormati oleh anggota lain karena saya tidak membedakan antara hubungan di dalam organisasi dengan di luar organisasi. Jadi mereka (mungkin) menganggap saya sebagai teman yang tidak akan marah ketika mereka tidak melaksanakan tugas yang diamanahkannya dengan baik. Berarti, dalam hal ini saya tidak bisa tegas terhadap mereka. Itulah gambaran pemimpin seperti saya saat itu dan saya kira tidak pantas untuk ditiru oleh calon pemimpin lainnya.
            Mengapa bisa saya katakan seperti itu??? Karena idealnya seorang pemimpin harus bisa menggerakkan orang lain, minimal memimpin orang yang ada di sekelilingnya, dan bisa mempengaruhi mereka apapun hal yang baik yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Selain itu, kelemahan saya dalam memimpin yakni masih ada keraguan ketika ingin mengambil suatu keputusan. Padahal, seorang pemimpin harus bisa mempertimbangkan dengan cepat ketika ingin mengambil keputusan karena seorang pemimpin itu harus yakin dan bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang dia ambil serta menanggung seluruh konsekuensi dari hal tersebut.
            Seorang pemimpin yang baik tidak setengah-setengah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Kalau untuk hal yang satu ini, saya bisa menanganinya dengan baik dalam hal memimpin diri saya sendiri. Ketika saya bertanggung jawab hanya kepada diri sendiri, saya bisa melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab tersebut dengan sepenuh hati karena saya tidak terbiasa malas mengerjakan tugas, misalnya pekerjaan rumah yang diberikan guru dan dosen. Namun ketika berhadapan dengan tugas yang notabene bukan tugas individu, saya memilih untuk tidak mendominasi di dalam kelompok. Saya membiarkan teman yang lain memimpin dalam forum karena menurut saya ada yang lebih baik dari saya.
            Kadangkala seorang pemimpin harus bisa menjadi penunjuk jalan dan ia akan bisa menjadi penunjuk jalan jika ia memiliki pengetahuan dan pandangan yang luas. Pemimpin yang baik jika ia bisa menunjukkan komitmennya melalui sebuah tindakan yang nyata, bukan hanya sekedar kata-kata. Saya belum memiliki sikap seperti di atas karena kemampuan saya untuk menggerakkan orang lain masih belum ada dan itu karena saya belum melatihnya dengan baik ketika saya berorganisasi.
            Saya adalah pemimpin yang tidak akan keras terhadap anggota, saya akan lebih membebaskan anggota saya bekerja sesuai kemampuan mereka selama mereka mampu menjalankan tugas dengan baik. Selain itu, saya juga menganggap semua anggota adalah teman karena yang membedakan hanyalah posisi. Tetapi itulah yang membuat saya menjadi kurang memiliki karisma. Terkadang ada yang kurang menghormati saya karena sikap saya tersebut. Itulah yang saya pelajari saat ini ketika mengingat beberapa waktu yang lalu saat memimpin suatu organisasi.
            Saya telah menjadikan pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang tak akan pernah saya ulang lagi di masa yang akan dating ketika saya memimpin, baik itu memimpin diri sendiri, dalam forum, dalam organisasi, dalam keluarga, atau pun nantinya dalam masyarakat karena yang dibutuhkan dari kepemimpinan itu sendiri adalah berkomunikasi, berkontribusi, dan bersinergi dengan lingkungan sekitarnya. Saat kita semakin dewasa, maka kesalahan yang sama saat kita memimpin diusahakan dihilangkan sedikit demi sedikit dan digantikan dengan sikap kita yang baru yakni sikap yang lebih semangat, mampu membuat orang lain terpengaruh dengan kita, orang lain bisa menghormati kita ketika kita berbicara, atau minimal semakin bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Sesungguhnya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membawa arah dan tujuan organisasi dengan jelas serta memiliki beberapa langkah atau strategi untuk mencapainya. Pemimpin juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga bisa memastikan pesan yang disampaikan kepada orang lain dalam organisasi memiliki arti dan persepsi yang sama sehingga tidak ada kerancuan atau perbedaan persepsi antara satu dengan yang lainnya. Selanjutnya pemimpin juga memiliki kemampuan untuk menjadi teman yang menyenangkan bagi anggotanya karena dengan mengembangkan hal tersebut maka seorang pemimpin akan dengan mudah membangun relasi dan semangat tim ke arah yang lebih baik. Hal penting lainnya dari sikap yang harus dimiliki oleh pemimpin yakni ia mampu membuat dan medorong orang lain melakukan tugasnya, bukan pemimpin yang mengerjakan semua tugas-tugasnya. Untuk apa ia mempunyai anggota jika tidak diberdayakan dengan baik. Selanjutnya adalah seorang pemimpin tahu dan paham akan bidang yang ia pimpin di dalam organisasi serta mengetahui apa saja hambatan dan rintangan yang mungkin akan terjadi dalam beberapa waktu yang akan dating. Ia harus memahami kelebihan dan kekurangan apa saja yang ada di dalam dirinya untuk menghadapi berbagai kemungkinan masalah. Seorang pemimpin yang tidak mampu menghadapi masalah dan memilih mundur dalam menghadapi situasi yang sulit, maka ia tidak pantas dijadikan panutan karena ia telah memberi pengaruh yang buruk bagi keseluruhan organisasi. Idealnya seorang pemimpin harus menjadi panutan dan teladan bagi semua anggota atau orang yang berada di sekelilingnya. Dan pemimpin yang baik juga harus konsisten terhadap sikapnya, yakni dengan tidak menyembunyikan citra dirinya karena tanpa disadari atau tidak, ketika ia menjadi dirinya sendiri, maka sikap ia tidak akan berubah dalam menilai, melihat, mendengarkan, dan menyampaikan sesuatu, sehingga dengan sendirinya kharisma akan muncul dengan seiringnya komunikasi yang baik dan citra diri yang baik juga. Apabila seorang pemimpin telah memiliki citra yang baik, maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah penuh semangat karena pemimpin yang mempengaruhi orang dengan penuh semangat akan membawa energi yang positif bagi orang-orang di sekelilingnya dan cenderung akan mengerjakan tugas dengan sepenuh hati, walaupun tugas yang dihadapi sangatlah  berat.
Saya berharap dapat memperbaiki diri saya seperti ciri-ciri pemimpin yang telah saya sebutkan, walaupun tidak semuanya dapat saya lakukan, paling tidak ada beberapa sikap yang akan saya lakukan sedikit demi sedikit untuk menjadi pemimpin yang baik bagi diri saya sendiri, keluarga, teman-teman, dan orang-orang di sekeliling saya. Karena untuk menjadi seorang pemimpin yang baik butuh proses dan tidak semata-mata sekejap langsung jadi.
BE A GOOD LEADER FOR THE BRIGHT FUTURE !!!! JJJJJJ
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Hello, my dearest 23.11 :')
I hope I never forget this date :')
I don't know why I wouldn't forget it :')
Thanks for being my mind :')
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tompi - This Way

Now you have gone so far away...

sugar, baby...
I need to forget it to move on
but i can still remember your smile
as if somewhere you close to me
how can it be

i need to erase you from my mind
but i still feel your arms holding me
everytime i close my eyes

Reff:
now you have gone so far away
but your present is still too real
why you left me to feel this way
i still feel your warm breath in my ear
when you whispered the sweetest thing
why you left me to feel this way

this way..

don't you know baby
that this feeling
keeps me waiting like
like you'll come back to me

every sometimes in my dream
i see you're smiling
but when i wake up
it's just disappeared

repeat reff
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

i still miss you so bad

Hello Tim..
Hello Tom..
How are you?
I hope you're fine
although you're so far far away from me
I miss you
I miss when we're together
I miss the time when we met
You smiled at me and
I smiled at you too..
When will I meet you?
When will we're together?
Exactly, I miss you so bad :(
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS