Rindu

Malam...
Bagiku tiap malam sama saja dengan menikam hatiku
Setiap kali malam datang
Seketika itu juga hatiku menjadi sangat rindu dengannya
Tiap malam begitu menyakitkan
Walaupun aku menikmati setiap kesakitan itu

Rindu...
Ya, hati ini sangat merindukanmu
Tiap malam aku hanya bisa memendam rindu ini
tanpa kau tahu bahwa tiap malam aku merindukanmu
Sungguh tak adil rasanya
Bahwa aku hanya memendam rindu ini sendiri
di tengah sesaknya malam

Apakah kau merindukanku seperti ku merindukanmu?
Terlalu sendu diri ini tiap mengingatmu
Aku terlihat lemah jika telah mengingat dan merindumu

Pedih...
Ingin rasanya aku akhiri saja rasa ini
Biar tak ada luka yang semakin dalam
Biar tak ada pedih lagi yang kurasa di hati

Namun...
Aku masih tak rela jika harus melupakanmu
Aku sudah terseret jauh masuk ke dalam hidupmu
Sulit rasanya melepaskanmu begitu saja

Melupakanmu sama saja dengan membunuh hari-hariku
Membunuh tiap detik dengan tikaman menyakitkan
Mengambil kepingan hati satu per satu hingga tak utuh
Sungguh.. bukan itu yang ku inginkan

Sampaikan berjuta rindu ini padanya, Tuhan..
Entah bagaimana caranya, 
tolong sampaikan setiap jengkal perasaan rindu ini padanya..
Aku selalu mengharapkannya..
Berharap berikanku yang terbaik..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Perempuan itu...

Perempuan itu...
Entah mengapa suka sekali menyimpan benda pemberian seseorang yang ia anggap spesial
Ataukah disini hanya aku yang bersikap demikian?
Aku bersikap seperti orang bodoh
Hanya karena menyukai seseorang, sekecil apapun pemberiannya akan terus disimpan
Padahal kalau dipikir, itu hanya sebuah pemberian biasa, tak berarti ia juga menyukai kita
hah.. b-o-d-o-h
atau aku terlalu men-spesialkan orang itu?
Lupakanlah...

Perempuan itu...
Entah mengapa suka sekali cepat menyimpulkan keadaan yang membuatnya bahagia
Ataukah hanya aku disini yang bersikap demikian?
Aku senang sekali ketika apa yang aku harapkan, lalu tiba-tiba datang begitu saja melintasi diriku
Cepat berpikir kalau dia mengerti keadaan kita yang memang mengharapkan kehadirannya
Padahal bisa jadi, itu hanya kebetulan semata
hah.. b-o-d-o-h
Lagi-lagi aku terlalu men-spesialkan kejadian itu
Sekali lagi, lupakanlah...

Perempuan itu...
Entah mengapa suka sekali bertemu dengan orang yang memang sudah jelas menyakitinya berkali-kali
Ataukah hanya aku satu-satunya disini yang berbuat demikian?
Dengan teganya, orang itu telah menyakiti hatiku tanpa disadari
Sudah jelas-jelas dia telah menikamku berkali-kali ketika ia menyakitiku dengan sikapnya
Tapi, aku masih tetap bertahan pada satu orang, D-I-A
hah.. b-o-d-o-h
Lagi, lagi, dan lagi aku terlalu men-spesialkan seseorang
Lupakanlah..
ah tunggu..

Aku tak bisa melupakan bagian ini
Aku tak bisa melupakannya begitu saja
Ini adalah bagian dari CERITA CINTAku
Aku rasa dia cinta sejatiku
Tapi apakah cinta sejati akan berbuat demikian?
Sekali lagi, aku rasa iya
Aku tetap menunggunya, mengharapnya
walaupun itu tak pasti bagiku
Aku bertahan pada sosok itu
walaupun telah dikecewakan berkali-kali

Lagi, lagi, lagi, dan lagi
Perempuan itu sangat b-o-d-o-h
Bertahan pada satu orang yang sudah jelas-jelas masih banyak adam di luar sana yang lebih baik...

*perempuan b-o-d-o-h itu aku*
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Senandung Jiwaku

Jiwaku...
Jiwaku kini bersenandung kembali
Bukan karena dia yang telah lama kudamba
Namun jiwa baru sepertinya muncul kembali di hadapku

Berbisik...
Perlahan ia berbisik di temaramnya jiwaku
Jiwaku seperti terlahir kembali
Ketika melihatmu tersenyum padaku

Tersipu...
Jelas sekali terlukis di wajahku
Pipiku tersipu merah bak delima
Walaupun aku hanya merasakannya di dalam hatiku

Tanda itu...
Apakah kau tahu gejolak rasa yang ada di hatiku?
Dengarkanlah jiwaku bersenandung
Jika kau datang padaku, mendekat, dan menyebut namaku
Senandung itu semakin jelas terdengar di hatiku
(Bahkan) saat kau hanya tersenyum padaku

Dengarkah kau senandung jiwaku?
Jika tidak, sadarkan aku ketika jiwaku bersenandung
Sumber: www.google.com
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

290713

Sederhana
Aku berdoa dengan sederhana di hari 
lahirmu ini

Ucapan
Aku mengucapkan selamat ulang tahun untukmu
Semoga kau panjang umur dan sukses selalu

Berharap
Aku berharap dapat bertegur sapa lagi denganmu
ketika tak ada gelak tawa dan hadirmu di hadapanku

Ingat
Aku selalu ingat setiap orang dan kenangan yang berharga bagiku
Bagiku, kau termasuk salah satunya
Tanpamu, hari-hariku di masa itu takkan pernah terisi senyum darimu

Terima Kasih
Aku mengucapkan terima kasih karena kau masih mau membalas pesan dariku
Walaupun sebentar, bagiku itu sangat berarti

Tak lagi-lagi aku berharap padamu
Karena kau hanya sebingkai kisah di masa laluku

-SEKIAN-
290713
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kegalauan Mahasiswi Tingkat Tiga (Lagi)

sumber: www.google.com
Lagi dan lagi...

Ketika musimnya kelas 12 lulus dan mereka mengikuti tes masuk perguruan tinggi sana-sini, seketika itu pula muncul lagi rasa kegundahan. Entah kenapa aku selalu iri kepada mereka yang berhasil masuk perguruan tinggi favorit. Ya, itu memang sudah jadi takdir mereka sih.. Tapi, tapi, dan tapi. Rasa ini selalu dimulai dengan kata tapi ketika menyeruak ke permukaan hati. Aku pernah mengalami hal yang sama dengan mereka. Berjuang demi mendapatkan bangku kuliah di perguruan tinggi negeri, khususnya. Memang sih, aku bermimpi untuk berkuliah di perguruan tinggi favorit sangat sangat terlambat, yaitu ketika kelas 12. Harusnya jika aku memang benar-benar ingin berkuliah disana, aku akan menuliskannya sejak aku kelas 10 atau bahkan sejak SMP. Nyatanya? Tidak. Namun, secara tidak sadar aku telah menuliskan salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta sejak kelas 8. Walaupun saat itu aku masih belum paham seluk beluk dunia perkuliahan, jadi aku hanya menuliskannya tanpa aku memimpikannya.

Kegundahan itu muncul ketika aku melihat banyak adik-adik kelasku yang berhasil mendapatkan bangku kuliah di perguruan tinggi negeri favorit. Bahkan, ini kali kedua juga aku melihat orang yang dengan semangatnya meng-update status melalui media sosial karena sangat menginginkan berkuliah di perguruan tinggi tersebut. Tiap hari mereka meng-tweet perjuangan mereka dimulai dari ketika persiapan ujian, menjelang ujian, saat ujian, penantian menjelang hari pengumuman, dan saat pengumuman ketika mereka diterima di perguruan tinggi favorit tersebut. 

Ahh.. diri ini malu sekali dengan gigihnya perjuangan mereka meraih apa yang mereka impikan. Andai saja dulu aku segigih mereka. Andai saja aku berniat dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan salah satu bangku di perguruan tinggi tersebut. Ahh.. itu semua hanya andai saja. Percuma saja baru berkata andai saja ketika sudah dua tahun berlalu. Aku seperti orang yang tak bersyukur dengan apa yang telah aku dapatkan. Maafkan aku, Ya Rabb..

Aku mengerti, jalan hidup setiap orang sudah ditentukan masing-masing oleh Yang Maha Kuasa. Dia-lah yang sangat menentukan ketika kita sudah maksimal dalam berusaha dan berdoa. Apalah daya kita berandai-andai terus menerus, namun akhirnya Dia juga yang menentukan segalanya.

Aku sadar, tak perlulah aku menyesali semua yang telah terjadi. Hidup ini harus dihadapi dan dijalani dengan sebaik-baiknya bagaimanapun kondisi kita saat ini. Tak penting dari mana asal kuliah kita. Hal terpenting adalah bagaimana memaksimalkan potensi yang kita miliki di ladang yang sedang kita garap saat ini. Toh, hasilnya kita juga yang akan menuainya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS