Dinamika Personal Versi Liana


Bismillahirrahmanirrahim…
-Kumulai menuliskan ini dengan mendengarkan alunan nada-nada indah yang mampu menyejukkan jiwa dan pikiranku-

           Teruntuk Kadivku Tersayang, Ka Putri Agustina

       HMJ. Entah sejak kapan aku terpikir untuk bergabung di barisan keluarga ini, aku pun tak tahu. Tak pernah terlintas di benakku untuk bergabung dan berjuang bersama para keluarga bersinergi, khususnya RK Sehati.
       Aku mengenalmu ketika MPA 2011 berlangsung. Saat itu, namamu sering muncul di Facebook karena kau adalah salah seorang bagian dari HPD MPA saat itu. Karena aku rasa aku membutuhkanmu sebagai tempatku bertanya saat MPA, maka aku meng-add Facebook kakak. Saat itu, aku tahu bahwa kakak adalah seorang yang sering update, sering memposting apapun terkait MPA dan itu sangat membantuku. Percakapan kita berawal pada tanggal 12 Agustus 2011 :
Liana Najiah : assalamualaikum ka, aku mau nanya, slayernya dipake belakangan gapapa kan ka? soalnya slayer kelompok aku dibelikan sama 1 orang, jadi besok baru dikasih. 21:01
Putri Agustina Simatupang : wasalam ..kalo gak nametagnya aja dulu,ada ga? 21:01
Liana Najiah : ada kok ka 21:01
Putri Agustina Simatupang : atau kalo liat kknya yg pke slayer magenta segera samperin de
Liana Najiah : oke kak 21:02
Putri Agustina Simatupang siip rehat sana de km bsok brangkat pagi 21:03
Liana Najiah : iya kaka, makasih banyak ya ka
           Ingatkah kau kak dengan percakapan itu? Jika kakak tak ingat, kakak bisa membuka lagi percakapan awal kita di Facebook. Dari berawalnya percakapan tersebut, kini aku tahu betapa kau sangat supel, baik, ramah, dan juga perhatian.
       Beberapa bulan kemudian ketika oprec HMJ E&A telah dibuka, ketika teman-teman pun menanyakan diri ini mau ikut organisasi apa. Apa jawabanku? “Gak tau”, “Bingung”, “Gak mau ikutan HMJ ah, capek pasti”, “blaa…blaa…blaa…” YA! Saat itu aku memang tak berniat untuk mengisi oprec HMJ karena alasan tersebut. Bahkan, ketika acara yang pertama kali diadakan oleh BPH KadivBir untuk memperkenalkan HMJ E&A pada kami, mahasiswa baru 2011, aku pun tak datang karena sejak awal aku memang tak ingin bergabung. Aku lebih memilih pergi ke Bandara Soetta bersama teman SMA ku karena aku ingin bertemu dengan sahabatku untuk yang terakhir kalinya sebelum ia terbang ke Jerman untuk menuntut ilmu di sana. Ya… aku merelakan tidak mengikuti acara perkenalan tersebut karena alasan itu.
       Namun, keteguhanku goyah kembali. Aku bimbang. Aku galau. Aku bingung. Hari itu adalah hari terakhir pendaftaran + interview HMJ E&A. Aku bertanya pada temanku, “eh gue ikutan HMJ gak nih?”, dia pun menjawab, “ikut aja, masa orang kayak lu ga ikutan HMJ!”. Akhirnya, aku putuskan untuk datang ke sekret HMJ E&A setelah meminta pendapat beberapa temanku, untuk mengisi formulir pendaftaran + interview. Ketika menginjakkan kaki ke sekret, aku masih takut karena aku belum mengenal kakak-kakak yang sering keluar-masuk sekret. Saat mengisi formulir, aku pun kebingungan dalam memilih divisi dan biro. Aku pun bertanya kepada kak Noerlia, kakak yang menjawab dengan senyuman khasnya. Akhirnya kuputuskan untuk memilih Adtan sebagai pilihan pertamaku dan RK sebagai pilihan keduaku. Aku tak sengaja memilih RK karena aku merasa tak ada divisi yang sesuai dengan pribadiku. Lalu, selang beberapa hari, tepatnya tanggal 27 Februari 2012 pukul 08:59 PM, hp ku berbunyi dan ternyata ada sms dari kakak yang isinya seperti ini :
Assalamualaikum…
“Amanah tidak akan pernah salah kepada siapa yang hendak memikulnya”.
Salam hangat dari Kadiv Riset dan Keilmuan HMJEA 2012-2013 (Putri Agustina)
Teruntuk Yulianti Wardani, Nadia Putrianti, Gesti Nuryati, Putri Alifia, Liana Najiah, Rizki Ramadhan, Nugroho Chalifanto, dan M. Mawarrizqi.
Kiranya siapkah kalian berjuang bersama saya? Jhehe bales yah…


Sungguh, aku tak percaya jika aku diterima sebagai staff RK di HMJ E&A karena aku mendaftar di detik-detik terakhir, sementara temanku yang lain, yang lebih bersemangat dariku, tidak diterima sebagai staff di HMJ E&A. Mungkin sudah jalannya seperti itu…
       Yaa, ketika pertama kali kita bertemu satu sama lain di Masjid Alumni, aku sangat senang sekaliiii ! Saat itu, rasa pertemanan mulai terjalin padahal kita baru mengenal satu sama lain. Semangat-semangat baru pun muncul dan aku terpacu menjadi semangat juga. Saat itu pula kita menentukan jargon RK. Jargon yang aku buatlah yang ternyata dipilih dan disempurnakan oleh kita bersama-sama. SEHATI –Semangat Berkontribusi, Bergerak Tiada Henti, Bersiap Menjadi Intelektual Sejati. REVOLUSIONER? Pintar Merasa Bukan Merasa Pintar, Think Smart, Anti Lelet!- Itulah jargon kita, kak! Jargon kebanggaan kita! Jargon yang disukai oleh divisi yang lain juga!!!! Aku sungguh tak menyangkanya…
       Kakak adalah orang yang peduli dengan kami, staff-staffmu. Aku tak menyangka aku akan dekat dengan kakak sedekat ini. Kadiv yang selalu siap mendengarkan keluh kesahku ketika aku senang, sedih, tak bersemangat, bahkan ketika kakak sibuk pun kakak siap mendengarkan keluh kesahku. Kakak adalah sosok yang selalu belajar sesuatu yang baru. Aku pun belum bisa jika harus menjadi seperti kakak yang siap menerima hal baru. Kakak begitu percaya diri dan berani mencoba hal-hal yang baru. Sedangkan aku? Aku jauh sekali dari sikap seperti itu kak… Aku pemalu. Aku penakut. Aku pendiam. Apalagi aku tak percaya diri. Lengkaplah sudah kekuranganku untuk mencoba hal yang baru. Namun, selama berkenalan dengan kakak, aku menjadi sedikit pemberani. -Ya, hanya sedikit- Kakak mendorongku untuk menjadi seorang yang pemberani, seorang yang mampu percaya diri dengan apapun kekurangan yang dimiliki, walaupun aku tetap tak percaya diri. Aku menyadari, kau mendorongku seperti itu bukan karena aku harus menjadi seperti kakak, tapi aku yakin kakak hanya mau membuat aku berani mencoba hal-hal baru dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kumiliki. Biarlah waktu yang akan merubah diriku ini mau jadi seperti apa. Jika ku ceritakan kesan awalku terhadap kakak dari awal perjalananku hingga akhir perjalanan kita, mungkin akan habis berlembar-lembar, tak cukup untuk diungkapkan semuanya. Hanya itulah yang dapat kuungkapkan padamu, kak. Terima kasih untuk ±10 bulan kebersamaan kita.

Love You Because of Allah, Kak Putri !! J



Teruntuk Temanku yang Lembut Hatinya, Putri Alifia

Teruntuk Puput…
Put, mungkin kamulah yang selalu ada di saat aku butuh bantuan dalam hal apapun, khususnya di RK
Belum ada yang selalu siap membantuku di saat aku membutuhkan bantuan ketika kau pun juga sedang tidak sibuk
Kau adalah sosok perempuan lembut dan tangguh di RK, kau selalu siap menerima amanah yang diberikan walaupun sebenarnya kau tak siap menerimanya
Aku salut atas kontribusi dan kebaikanmu
Sungguh, diri ini hanya mampu mengucapkan terima kasih telah menjadi teman seperjuanganku selama ±10 bulan yang kita lalui bersama
Tetaplah semangat dan tersenyum menghadapi amanah-amanah selanjutnya ya put JJJ

Love You Because of Allah, Puput ^_^



Teruntuk Temanku yang Romantis, M. Mawarrizqi

Teruntuk Mawar…
Mungkin dirimu memang tak banyak berkontribusi di RK karena satu dan lain hal
Mungkin dirimu tak merasakan perjuangan yang kami rasakan selama kau menghilang dari hadapan kami
Mungkin dirimu tak selalu hadir ketika kami menjalankan amanah-amanah RK
Namun, semua ‘tak’ itu terjawab sudah di Simphoni 2 ketika kau menceritakan keadaan yang sebenarnya
Aku cukup terhenyak ketika kau ceritakan pengalaman pahit hidupmu itu
Mungkin aku belum pernah merasakan apa yang kau rasakan
Namun, aku cukup bangga denganmu karena masih ada satu hal yang tersisa darimu, yaitu SEMANGAT
Semangatmu selalu mewarnai divisi ini, walaupun hanya sebatas pesan singkat
Semangatmu tak henti-hentinya kau berikan kepada divisi ini
Sepenglihatanku, kau begitu bangga dengan divisi ini. Apalagi ketika mengucapkan jargon kita, SEHATI
Mawar, tetaplah menjadi mawar seperti seharusnya mawar yang tumbuh harum dan mewangi di kebun
Jika seseorang memetiknya, maka ia akan merasakan romantisnya kehadiran dirimu bagi orang di sekitarnya


SALAM REVOLUSIONER, Mawar J



Teruntuk Temanku yang Baik Hatinya, Nadia Putrianti

Teruntuk Nadia…
Nadia, dedikasi yang kau berikan untuk divisi ini cukup patut diacungi jempol
Semua itu terbukti saat kau diamanahkan sebagai koor. acara TBC E&A
Kau sungguh loyalitas terhadap proker kita ini, kau rela mengorbankan waktumu, bahkan di saat kau mengalami masa-masa terpahit pun kau masih bisa tegar dan tersenyum
Aku salut atas kemampuan dirimu mengatur waktu yang kau punya, kau berikan untuk keluarga, kuliah, mengajar, dan organisasi
Terima kasih sudah bersedia menjadi bagian dari RK, dedikasimu takkan kulupakan J

Love You Because of Allah, Nadia J



Teruntuk Temanku yang Pendiam, Yulianti Wardani

Teruntuk Dani…
Sejak awal ku mengenalmu, aku melihat kau tak banyak bicara
Mungkin aku menganggapmu hanya sebagai teman biasa, sebatas aku mengenalmu
Jujur, aku tak bisa dekat denganmu sedekat dengan teman-teman lainnya
Entah apa yang membatasi hal itu… Mungkin karena kau jarang ke sekret dan minimnya pertemuan RK sehingga kita hanya sebatas mengenal nama
Maaf jika diri ini membuatmu tak nyaman menjadi bagian dari keluarga ini
Maaf jika diri ini belum bisa menjadi teman seperjuangan yang perhatian kepadamu
Maaf jika aku tak pernah menanyakan kabar dirimu
Namun, aku mengucapkan terima kasih padamu karena kau masih bersama keluarga ini, khususnya divisi ini, RK Sehati
Terima kasih atas segala kontribusimu untuk RK maupun HMJ


Love You Because of Allah, Dani J



Teruntuk Temanku yang Ngeselin, Rizki Ramadhan

Teruntuk Rizki…
Ketika pertama kali aku melihatmu di ADM, ketika temanku bertanya kepadamu di divisi mana kau diterima, kau menjawabnya RK
Aku mencoba menyapamu dan memberitahumu bahwa aku juga diterima di divisi RK. Namun, kau tak menggubrisnya.
Entah karena kau tak sadar dengan perkataanku atau memang karena kau belum mengenalku bahkan mengetahui namaku
Lalu, ketika pertemuan RK untuk pertama kalinya, kau pun masih bersikap seperti itu. Mungkin, memang dirimu seperti itu. Aku paham.
Aku mengenal dirimu sebagai sosok yang aktif, pemberani, dan siap mengemban amanah yang diberikan, walaupun kau memang yang termuda di antara kita
Namun, di balik sosok itu terdapat sebuah kekurangan yang aku ketahui setelah beberapa bulan kepengurusan.
Menurutku, kau adalah orang yang sok tahu, ngeselin, dan kalau berbicara seperti orang malas-malasan. Itulah yang terkadang membuatku malas menegurmu
Maaf, jika diri ini menilaimu seperti itu
Sungguh, tak ada maksud apapun aku berkata demikian
Aku hanya memberikan sedikit pendapat tentang dirimu
Terima kasih karena kau telah banyak berkontribusi untuk RK dan HMJ
Semoga semua kebaikan yang telah kau berikan, biarlah Allah SWT yang membalasnya


Semangat Berkontribusi Yaaaa, Rizki J

  

Teruntuk Temanku yang Cantik, Gesti Nuryati
Teruntuk Gege…
Entah apa yang harus kukatakan tentang dirimu
Selama ±10 bulan kebersamaan ini, aku memang tak mengenalmu begitu dekat. Aku jarang bertanya perihal kabarmu, keadaanmu…
Maaf jika kau merasa kurang nyaman denganku atau dengan yang lainnya
Maaf jika diri ini tak pernah menanyakan kabarmu
Maaf jika aku belum bisa membuatmu nyaman dan menjadi teman yang baik untukmu di divisi ini
Sungguh, semua itu kulakukan bukan karena aku tak ingin berteman denganmu atau karena hal lainnya
Namun, akulah yang tak bisa mendekatimu secara pribadi. Aku terlalu kaku
Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas kontribusimu dan kesediaanmu tetap bersama kami di divisi ini
Maafkan segala kekhilafanku selama ini, temanku yang cantik ^_^

Love You Because of Allah, Gege J



Teruntuk Temanku yang Tak Tergantikan Semangatnya, Nugroho Chalifanto

Teruntuk Nunu…
Telah banyak kenangan yang kau ukir bagi divisi ini walaupun hanya sebentar
Semangatmu, senyumanmu, dedikasimu, tak akan kami lupakan begitu saja
Kehilangan? Ya, kami semua merasa kehilanganmu ketika kau memutuskan untuk tak bersama kami lagi
Sedih? Pasti!! Rumpin lah yang menjadi saksinya. Kami menangis.
Saat itu, kami mengadakan makrab. Namun, hanya tiga orang yang hadir dari divisi ini
Betapa irinya kami kepada divisi dan biro lain ketika KadivBir mereka hadir, sedangkan RK hanya bertiga tanpa Kadiv! Ditambah lagi dengan keputusanmu untuk tak lagi bersama kami. Kami bertiga makin bertambah sedih! Air mata pun jatuh tak tertahan lagi
Entahlah, sudah berapa banyak usaha yang kami lakukan agar kau kembali ke barisan ini. Namun, kau tetap teguh untuk keluar dari barisan ini
YA, kami tak bisa berbuat apa-apa lagi
Kami hanya berdoa semoga kau tetap tersenyum dan bersemangat seperti kau apa adanya ketika kita pertama kali bertemu
Semangatmu takkan pernah kami lupakan
Semangatmu akan terus berada di divisi ini, RK SEHATI.


Semoga Kau Selalu Bersemangat, Nunu… J


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aku Ingin Kembali ke Masa Itu

Masa itu.... 
Menyimpan banyak sekali kenangan. Kenangan yang mungkin berkesan bagiku, walaupun ada episode-episode menyedihkan, bahkan menyakitkan. Yah.. Ketika itu aku merasa tidak bisa memberikan yang terbaik, hingga akhirnya aku pun mundur untuk tidak ikut bergabung lagi bersama mereka entah sampai kapan. Tetapi, kini, rasa rindu itu muncul kembali... 
Ketika event tahunan itu diadakan, rasanya aku ingin bergabung dan tampil bersama mereka. Aku rindu kebersamaan itu.. Aku ingin kembali bersama mereka. Namun, masih ada sedikit bahkan banyak keraguan dan tanda tanya di diri ini. Apakah aku bisa menjadi hebat seperti mereka saat ini? Apakah aku akan mampu menopang senyum, sedih, tawa, dan tangis ketika kaki ini mulai melangkah ke jalan itu? Apakah aku kuat? Apakah aku bisa? Mungkin, aku bisa menjalani itu semua ketika aku memutuskan untuk memulainya dari nol lagi. Namun, semua butuh proses. Apakah rasa maluku bisa aku hilangkan? Aku ragu.. Aku tak yakin jika aku bisa melewati hal-hal yang mereka alami. Tapi, aku ingin.. AKU INGIN SEKALI BERGABUNG DAN BERJUANG KEMBALI BERSAMA MEREKA. Tak bisa kupungkiri, aku masih memikirkan kuliahku jika aku bergabung bersama mereka ketika menjelang event tahunan itu.
Entahlah...............................
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tipe Kepribadian Manusia


Holaaaa :D
Kali ini mau posting tentang kepribadian aaahh, mumpung baru dapet ilmu baru dari pembicara di Pelatihan Guru Nasional 2012 di MIPA UI, yaitu Pak Timothy Wibowo. Keren banget deh konsultan yang satu ini! Bisa mencairkan suasana dari sesi sebelumnya yang bikin bosen banget banget banget! Gapapa yaa kalo materi ini pasti udah banyak yang tahu. But, i'll keep posting this :D

Pasti tahu kan apa itu Koleris, Sanguin, Phlegmatis, dan Melankolis? Nah, disini ga akan saya jelaskan secara detail pengertian dari masing-masing kepribadian, namun lebih kepada poin-poin atau hal apa yang disukai dan yang tak disukai. Check this out!

KOLERIS

  • Suka ide baru
  • Suka tantangan
  • Suka kegiatan yang banyak perubahan
  • Suka proyek yang membuahkan hasil
  • Suka menjadi bos atas dirinya sendiri
  • Suka segala sesuatu yang dikerjakan dengan cepat
  • Tidak suka dikendalikan orang lain
  • Saya tidak suka hal bertele-tele/terlalu detail
  • Suka hasil kerja saya dapat penilaian
TIP KOMUNIKASI KOLERIS
  • Langsung ke pokok masalah. Singkat dan spesifik.
  • Saya suka tantangan
  • Berpikir dengan pola menjawab pertanyaan "APA?"
  • Berpikir dengan orientasi hasil
  • Memecahkan masalah, bersikap logis/masuk akal
  • Setuju dengan fakta obyektif-bukan dengan subyek manusia
  • Cari permasalahan untuk diselesaikan
  • Dukung ucapan anda dengan penuh kredibilitas dan postur tubuh yang tepat

SANGUIN

  • Saya suka mengerjakan sesuatu dengan praktis
  • Saya tidak suka konflik/pertentangan dengan orang lain
  • Saya suka mengungkapkan ide dan perasaan saya
  • Saya suka menjadi bagian dari kelompok
  • Saya tidak suka hal yang detail
  • Saya tidak suka orang yang suka mendesak dan terlalu banyak kontrol
  • Saya suka bila orang setuju dan sejalan
  • Saya suka ketenangan dan keharmonisan
  • Saya suka kegiatan sosial dan bersenang-senang
  • Saya suka kejutan
TIP KOMUNIKASI SANGUIN
  • Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
  • Beri kesempatan bagi mereka untuk mengungkapkan pikiran mereka
  • Berpikir dengan pola menjawab pertanyaan "SIAPA?"
  • Bantu mereka mengubah ucapan mereka menjadi tindakan nyata
  • Beritahu mereka apa yang telah dilakukan orang lain
  • Berikan waktu untuk sosialisasi
  • Buat proyek jangka pendek dengan reward/hadiah
  • Tunjukkan persahabatan yang saling menguntungkan
  • Fokus pada prestasi mereka
PHLEGMATIS
  • Saya suka kerja kelompok dan kerja sama
  • Saya suka hal pasti
  • Saya suka mengerjakan satu hal dalam satu waktu
  • Saya suka tetap berpegang pada hal/cara yang saya tahu bisa berhasil
  • Saya tidak suka pertentangan
  • Saya suka keadaan yang stabil dan tidak berubah/status quo
  • Saya suka hal yang praktis -semakin praktis semakin baik-
  • Saya tidak suka perdebatan
  • Saya tidak suka perubahan mendadak
  • Saya suka mengetahui terlebih dahulu apa yang akan terjadi di depan
TIP KOMUNIKASI PHLEGMATIS
  • Berlaku menyetujui dan jangan bersikap mendesak
  • Tunjukkan minat secara tulus
  • Berpikir dengan pola menjawab pertanyaan "BAGAIMANA?"
  • Tunjukkan kesabaran
  • Jelas dan tunjukkan hal yang bersifat detail secara perlahan-lahan
  • Berikan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan
  • Jelaskan sumbangan dan pelayanan berharga yang bisa mereka berikan
  • Berikan tindak lanjut dan dukungan secara penuh
  • Tunjukkan keuntungan dari tindakan mereka
MELANKOLIS
  • Saya suka ide dan saran yang praktis
  • Saya ingin tahu secara tepat hal yang sebenarnya diharapkan dari saya
  • Saya tidak suka keadaan yang berantakan
  • Saya suka menyelesaikan apa yang telah saya mulai
  • Suka rutinitas yang berlanjut
  • Saya tidak suka konflik
  • Saya suka hal teknis yang menuntut pemikiran dan perencanaan
  • Saya sering khawatir
  • Suka tugas yang khusus
  • Suka perintah yang jelas
TIP KOMUNIKASI MELANKOLIS
  • Ungkapkan sisi pro dan kontra secara seimbang
  • Berlaku spesifik/pasti mengenai perjanjian
  • Berpikir dengan pola menjawab pertanyaan "MENGAPA?"
  • Berikan data yang jelas dan akurat
  • Hindari kejutan-kejutan
  • Tunjukkan bagaimana mereka bisa mengerjakan/masuk
  • Tidak suka konflik
  • Antisipasi pertanyaan mereka dan siapkan jawaban yang berbobot
  • Berlaku sabar dan berbicara dengan lambat saat memberikan hal yang bersifat detail
  • Memikirkan kembali pemikiran anda secara jelas
Baik, cukup sekian postingan dari saya. Semoga bermanfaat yaaa ! :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aku dan Kau, Rahasia



Pagi ini, suasana pagi sangat cerah sekali. Sang surya telah bangkit dari singgasananya dan siap merajai hari ini apapun yang terjadi. Sementara itu, burung-burung pun telah hinggap di tiap untaian tali yang meggantung di udara. Begitu juga dengan suasana hati Analea. Dia sangat senang sekali. Apalagi ketika ia bangun, si Pussy, kucing kesayangannya, telah bangun untuk menyambut paginya.
            Hari ini, kegiatan Analea seperti biasa. Pergi ke kampus, istirahat, rapat sampai sore, pulang. Ya, Ana, begitu biasa dipanggil, adalah seorang aktivis kampus. Apapun kegiatannya, ia akan memastikan dirinya hadir di kegiatan tersebut, walaupun hanya sekadar mendengarkan anggota lain yang sedang mengeluarkan pendapat. Analea memang tidak suka banyak berbicara. Ia lebih suka mendengarkan orang lain berbicara, berdebat, dan hingga akhirnya ada sebuah keputusan rapat. Bukannya tidak mau berbicara, namun ia memang tidak bisa berdebat dengan orang lain. Argumen yang dimiliki olehnya belum sebaik teman-temannya. Bagi Ana, sapaan Analea, hal itu tidaklah penting. Yang terpenting adalah menjadi bagian dari sebuah organisasi. ITU SAJA.
            Berbicara soal kuliah, sejak SMA sudah tidak diragukan lagi kemampuan intelektualnya. Menjadi juara umum di angkatannya, juara di kelas, juara olimpiade, dan segudang prestasi akademik lainnya. Tapi, hanya sebatas itu. Ana tidak memiliki prestasi non-akademik. Ana menganggap bahwa ekstrakurikuler hanya dipenuhi oleh anak-anak eksis di sekolahnya. Maka, Ana memutuskan hanya ikut Rohis saja, itupun hanya sebatas anggota. Walaupun begitu, ia tetap bisa membagi waktu antara belajar dengan organisasi. Memang, tidak semua mata kuliah bisa ia kuasai. Setidaknya, nilai di KRS Ana tidak ada yang bernilai C. Semoga tidak ada nilai C hingga semester akhir.
            Entah mengapa, hari ini Ana sangat bersemangat untuk berkuliah. Sangat sangat bersemangat. Hingga ia lupa untuk menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh mama. Terkadang harus diingatkan oleh mama untuk membawa susu kotak yang ada di kulkas. “Kamu kan malas makan, minum susu biar ada nutrisi tambahan untuk kamu,” begitulah ucapan mama tiap kali Ana malas makan atau ketika tidak membawa sarapan.
            Aku telah bertekad untuk membaca doa sebelum kuliah dimulai, perhatikan dosen, kalau perlu catat semua kata-kata yang keluar dari mulut dosen, dan FOKUS. Itulah yang selalu diniatkan oleh Ana setibanya di kelas. Ketika ia sedang fokus mengucap kata-kata ampuhnya di dalam hati, tiba-tiba lewat seseorang yang tak asing lagi. Iki. Ya, dia yang melintas di depan kelas Ana adalah Iki. Entah mengapa akhir-akhir ini Ana memerhatikan Iki. Awalnya, Iki adalah sosok yang biasa saja bagi Ana. Tak peduli apa yang dikatakan oleh Iki, apa yang dilakukan Iki, dan ketika Ana berbicara dengan Iki pun hanya seperlunya. Namun, lain ceritanya dengan kali ini. Bagi Ana, awal mula perubahan Iki terjadi saat Ana berangkat ke kampus bersama Iki dengan motor kesayangannya. Di perjalanan, Ana hanya menjawab seperlunya tiap kali Iki melontarkan pertanyaan. Oh iya.. Gapapa .. Iya, nyantai aja. Begitulah jawaban Ana.
            Dari kejauhan a.k.a. dari dalam kelas, Ana hanya mampu menatap Iki diam-diam. Ana tidak mau Iki tahu bahwa ia sedang memerhatikannya. Untuk hal yang satu ini, cukup Ana yang tahu. Bahkan, Ana tidak ingin memberitahukan kepada siapa-siapa tentang perasaannya kepada Iki. Ya, cukup hanya dirinya yang mengetahui segalanya tentang Iki. Ki, emang iya ya gue suka sama lo? Tapi, gue suka lo dari apanya? Tampang? Biasa aja, ga ganteng-ganteng banget. Masih gantengan kakak-kakak-an gue. Sikap? Gue belum sepenuhnya tau tentang lo. Trus, gue suka lo dari apanya dong? Gara-gara gue pernah naik motor berduaan sama lo? Aaah masa hanya karena itu sih??? Seketika Ana menjadi galau dengan setumpuk pertanyaan yang ada di pikirannya. Namun, kedatangan dosen membuyarkan sejumlah tanda tanya yang menghinggapinya entah sejak kapan.
            Kuliah hari ini telah selesai. Saatnya pergi ke sekretariat untuk rapat. Ketika di perjalanan menuju sekretariat, Ana bertemu dengan Iki. Sialnya, Ana hanya sendirian saat itu. Ana malu untuk menegurnya. Jadi, Ana pura-pura menunduk ke bawah sambil memainkan handphone, padahal tidak ada sms masuk ataupun hal penting lainnya. Oh my God, kenapa gue harus ketemu Iki di saat gue lagi sendirian? Gue speechless banget. Eh tapi dia kan belum tahu perasaan gue ke dia gimana? Aduuh, bingung lagi gue! Begitulah gumam Ana sepanjang perjalanan menuju sekretariat, tempat ia akan rapat bersama teman-temannya.
            Ketika Ana sedang rapat di sekretariat, tiba-tiba Iki datang. Ya, Iki juga satu organisasi dengan Ana. Ana pun hanya melihat sekilas ke arah Iki. Ana diam. Ia tidak ingin berbicara kepada Iki karena memang tidak ada hal yang perlu dibicarakan dengan Iki. Fyuuuhh.. Ana menarik napas untuk menandakan bahwa tak ada hal yang berbeda dari Ana ketika berada dihadapan Iki. Tapi, detak jantungnya justru semakin berdetak lebih kencang. Tiba-tiba Iki menegur Ana, “Iya kan Na, nanti hari minggu jadi kan acaranya?” Ana mencoba menjawabnya dengan santai, “Iya, jadi kok.” Ana langsung diam. Tak ada respon selanjutnya yang dilontarkan Ana.
            Semakin hari, Ana semakin bertanya-tanya kepada dirinya. Masa iya, gue beneran suka sama Iki? Ciyuuuss? Miapah? Awalnya gue kan biasa aja sama dia, tapi kok makin hari tiap kali gue ketemu dia, gue makin salah tingkah, pura-pura melakukan sesuatu, dan ga berani bicara banyak sama dia, cuma seperlunya aja. Ikiiiiii, gue juga pengen tauuu perasaan lo kayak gimanaaa! Kalo lo cuma perlihatkan sikap yang seperti biasa, gue makin bingung. Jujur, lo orang pertama, eh kedua deh, yang gue suka disiniii… di kampus tercinta iniiii… Sumpah, gue ga bisa mengungkapkan ini semua kepada siapapun, kecuali diri gue. Gue juga ga berani ngomong tentang hal ini secara langsung sama lo. Tapi, gimana caranya yah supaya lo tau kalo gue suka sama lo? Eh tapi sok tau banget deh gue! Gue kan ga tau yah siapa yang lo suka? Kali aja lo udah punya pacar. Aaaaaahhhh…! ^&$@^$*^#%&
**********
            Beberapa bulan kemudian.
            Masa kepengurusan di organisasi yang Ana ikuti telah berakhir. Kini, kesibukannya tak sepadat dulu ketika ia masih mengikuti organisasi. Namun, berakhirnya kepengurusan di organisasi bukan berarti berakhir pula rasa terpendam yang dimiliki oleh Ana terhadap Iki. Rasa terpendam yang dimiliki Ana masih ada. Ana masih menyimpan rapat-rapat perasaannya tersebut. Ana pun masih berharap Iki juga menyukainya dengan tulus, tanpa maksud apapun.
            Ketika sedang diadakan perpisahan kepengurusan organisasi di Kebun Raya Bogor, tanpa disangka Iki mendekati Ana perlahan-lahan. Awalnya Iki duduk di dekat Ana dan menanyakan kabar Ana.
            “Na, gimana kabar? Baik?”
            “Eh iya, Alhamdulillah Ki, baik-baik saja, hehe.” ujar Ana sambil menyelipkan senyum.
            “Alhamdulillah yah, kepengurusan kali ini udah berakhir. Gimana kesan-kesan lo selama satu periode kita bareng-bareng jadi pengurus?”
            “Emm, yah cukup berkesan. Bagi gue, kepengurusan kita di organisasi ini udah kayak keluarga sendiri. Kita bebas ungkapin perasaan kita, apapun itu. Marah, kesel, capek, senang, sedih. Waaaah, pokoknya unforgettable banget deh, Ki! Kalo menurut lo gimana?”
            “Menurut gue? Hmm.. Kasih tau ga yaaaah? Haha” canda Iki sambil melemparkan tawa.
            “Harus kasih tau dong! Tadi kan lo udah tau kesan-kesan dari gue!” ucap Ana dengan wajah sedikit kesal tapi tersenyum.
            “Hehe, iya.. iya.. Bagi gue, pembelajaran kehidupan di kampus berawal dari sini. Ketika lo lagi capek setelah menyelesaikan satu amanah, tiba-tiba amanah lainnya datang menghampiri kita dan kita dituntut untuk menyelesaikan semuanya. Sama kan kayak kita hidup??? …….”
            Ana menyimak Iki yang sedang berbicara dengan serius.
“Tapi yang terpenting sih……” Iki terdiam seolah ingin mengucapkan sesuatu.
Ana masih menunggu Iki menyelesaikan kalimatnya.
……………….
……………….
……………….
“Yang paling berkesan bagi aku yaaa kamu, Na.” Iki mengucapkan sesuatu yang membuat Ana terkejut. Keduanya saling memandang dan tersenyum lega.
**********
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS