Dinamika Personal Versi Liana


Bismillahirrahmanirrahim…
-Kumulai menuliskan ini dengan mendengarkan alunan nada-nada indah yang mampu menyejukkan jiwa dan pikiranku-

           Teruntuk Kadivku Tersayang, Ka Putri Agustina

       HMJ. Entah sejak kapan aku terpikir untuk bergabung di barisan keluarga ini, aku pun tak tahu. Tak pernah terlintas di benakku untuk bergabung dan berjuang bersama para keluarga bersinergi, khususnya RK Sehati.
       Aku mengenalmu ketika MPA 2011 berlangsung. Saat itu, namamu sering muncul di Facebook karena kau adalah salah seorang bagian dari HPD MPA saat itu. Karena aku rasa aku membutuhkanmu sebagai tempatku bertanya saat MPA, maka aku meng-add Facebook kakak. Saat itu, aku tahu bahwa kakak adalah seorang yang sering update, sering memposting apapun terkait MPA dan itu sangat membantuku. Percakapan kita berawal pada tanggal 12 Agustus 2011 :
Liana Najiah : assalamualaikum ka, aku mau nanya, slayernya dipake belakangan gapapa kan ka? soalnya slayer kelompok aku dibelikan sama 1 orang, jadi besok baru dikasih. 21:01
Putri Agustina Simatupang : wasalam ..kalo gak nametagnya aja dulu,ada ga? 21:01
Liana Najiah : ada kok ka 21:01
Putri Agustina Simatupang : atau kalo liat kknya yg pke slayer magenta segera samperin de
Liana Najiah : oke kak 21:02
Putri Agustina Simatupang siip rehat sana de km bsok brangkat pagi 21:03
Liana Najiah : iya kaka, makasih banyak ya ka
           Ingatkah kau kak dengan percakapan itu? Jika kakak tak ingat, kakak bisa membuka lagi percakapan awal kita di Facebook. Dari berawalnya percakapan tersebut, kini aku tahu betapa kau sangat supel, baik, ramah, dan juga perhatian.
       Beberapa bulan kemudian ketika oprec HMJ E&A telah dibuka, ketika teman-teman pun menanyakan diri ini mau ikut organisasi apa. Apa jawabanku? “Gak tau”, “Bingung”, “Gak mau ikutan HMJ ah, capek pasti”, “blaa…blaa…blaa…” YA! Saat itu aku memang tak berniat untuk mengisi oprec HMJ karena alasan tersebut. Bahkan, ketika acara yang pertama kali diadakan oleh BPH KadivBir untuk memperkenalkan HMJ E&A pada kami, mahasiswa baru 2011, aku pun tak datang karena sejak awal aku memang tak ingin bergabung. Aku lebih memilih pergi ke Bandara Soetta bersama teman SMA ku karena aku ingin bertemu dengan sahabatku untuk yang terakhir kalinya sebelum ia terbang ke Jerman untuk menuntut ilmu di sana. Ya… aku merelakan tidak mengikuti acara perkenalan tersebut karena alasan itu.
       Namun, keteguhanku goyah kembali. Aku bimbang. Aku galau. Aku bingung. Hari itu adalah hari terakhir pendaftaran + interview HMJ E&A. Aku bertanya pada temanku, “eh gue ikutan HMJ gak nih?”, dia pun menjawab, “ikut aja, masa orang kayak lu ga ikutan HMJ!”. Akhirnya, aku putuskan untuk datang ke sekret HMJ E&A setelah meminta pendapat beberapa temanku, untuk mengisi formulir pendaftaran + interview. Ketika menginjakkan kaki ke sekret, aku masih takut karena aku belum mengenal kakak-kakak yang sering keluar-masuk sekret. Saat mengisi formulir, aku pun kebingungan dalam memilih divisi dan biro. Aku pun bertanya kepada kak Noerlia, kakak yang menjawab dengan senyuman khasnya. Akhirnya kuputuskan untuk memilih Adtan sebagai pilihan pertamaku dan RK sebagai pilihan keduaku. Aku tak sengaja memilih RK karena aku merasa tak ada divisi yang sesuai dengan pribadiku. Lalu, selang beberapa hari, tepatnya tanggal 27 Februari 2012 pukul 08:59 PM, hp ku berbunyi dan ternyata ada sms dari kakak yang isinya seperti ini :
Assalamualaikum…
“Amanah tidak akan pernah salah kepada siapa yang hendak memikulnya”.
Salam hangat dari Kadiv Riset dan Keilmuan HMJEA 2012-2013 (Putri Agustina)
Teruntuk Yulianti Wardani, Nadia Putrianti, Gesti Nuryati, Putri Alifia, Liana Najiah, Rizki Ramadhan, Nugroho Chalifanto, dan M. Mawarrizqi.
Kiranya siapkah kalian berjuang bersama saya? Jhehe bales yah…


Sungguh, aku tak percaya jika aku diterima sebagai staff RK di HMJ E&A karena aku mendaftar di detik-detik terakhir, sementara temanku yang lain, yang lebih bersemangat dariku, tidak diterima sebagai staff di HMJ E&A. Mungkin sudah jalannya seperti itu…
       Yaa, ketika pertama kali kita bertemu satu sama lain di Masjid Alumni, aku sangat senang sekaliiii ! Saat itu, rasa pertemanan mulai terjalin padahal kita baru mengenal satu sama lain. Semangat-semangat baru pun muncul dan aku terpacu menjadi semangat juga. Saat itu pula kita menentukan jargon RK. Jargon yang aku buatlah yang ternyata dipilih dan disempurnakan oleh kita bersama-sama. SEHATI –Semangat Berkontribusi, Bergerak Tiada Henti, Bersiap Menjadi Intelektual Sejati. REVOLUSIONER? Pintar Merasa Bukan Merasa Pintar, Think Smart, Anti Lelet!- Itulah jargon kita, kak! Jargon kebanggaan kita! Jargon yang disukai oleh divisi yang lain juga!!!! Aku sungguh tak menyangkanya…
       Kakak adalah orang yang peduli dengan kami, staff-staffmu. Aku tak menyangka aku akan dekat dengan kakak sedekat ini. Kadiv yang selalu siap mendengarkan keluh kesahku ketika aku senang, sedih, tak bersemangat, bahkan ketika kakak sibuk pun kakak siap mendengarkan keluh kesahku. Kakak adalah sosok yang selalu belajar sesuatu yang baru. Aku pun belum bisa jika harus menjadi seperti kakak yang siap menerima hal baru. Kakak begitu percaya diri dan berani mencoba hal-hal yang baru. Sedangkan aku? Aku jauh sekali dari sikap seperti itu kak… Aku pemalu. Aku penakut. Aku pendiam. Apalagi aku tak percaya diri. Lengkaplah sudah kekuranganku untuk mencoba hal yang baru. Namun, selama berkenalan dengan kakak, aku menjadi sedikit pemberani. -Ya, hanya sedikit- Kakak mendorongku untuk menjadi seorang yang pemberani, seorang yang mampu percaya diri dengan apapun kekurangan yang dimiliki, walaupun aku tetap tak percaya diri. Aku menyadari, kau mendorongku seperti itu bukan karena aku harus menjadi seperti kakak, tapi aku yakin kakak hanya mau membuat aku berani mencoba hal-hal baru dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kumiliki. Biarlah waktu yang akan merubah diriku ini mau jadi seperti apa. Jika ku ceritakan kesan awalku terhadap kakak dari awal perjalananku hingga akhir perjalanan kita, mungkin akan habis berlembar-lembar, tak cukup untuk diungkapkan semuanya. Hanya itulah yang dapat kuungkapkan padamu, kak. Terima kasih untuk ±10 bulan kebersamaan kita.

Love You Because of Allah, Kak Putri !! J



Teruntuk Temanku yang Lembut Hatinya, Putri Alifia

Teruntuk Puput…
Put, mungkin kamulah yang selalu ada di saat aku butuh bantuan dalam hal apapun, khususnya di RK
Belum ada yang selalu siap membantuku di saat aku membutuhkan bantuan ketika kau pun juga sedang tidak sibuk
Kau adalah sosok perempuan lembut dan tangguh di RK, kau selalu siap menerima amanah yang diberikan walaupun sebenarnya kau tak siap menerimanya
Aku salut atas kontribusi dan kebaikanmu
Sungguh, diri ini hanya mampu mengucapkan terima kasih telah menjadi teman seperjuanganku selama ±10 bulan yang kita lalui bersama
Tetaplah semangat dan tersenyum menghadapi amanah-amanah selanjutnya ya put JJJ

Love You Because of Allah, Puput ^_^



Teruntuk Temanku yang Romantis, M. Mawarrizqi

Teruntuk Mawar…
Mungkin dirimu memang tak banyak berkontribusi di RK karena satu dan lain hal
Mungkin dirimu tak merasakan perjuangan yang kami rasakan selama kau menghilang dari hadapan kami
Mungkin dirimu tak selalu hadir ketika kami menjalankan amanah-amanah RK
Namun, semua ‘tak’ itu terjawab sudah di Simphoni 2 ketika kau menceritakan keadaan yang sebenarnya
Aku cukup terhenyak ketika kau ceritakan pengalaman pahit hidupmu itu
Mungkin aku belum pernah merasakan apa yang kau rasakan
Namun, aku cukup bangga denganmu karena masih ada satu hal yang tersisa darimu, yaitu SEMANGAT
Semangatmu selalu mewarnai divisi ini, walaupun hanya sebatas pesan singkat
Semangatmu tak henti-hentinya kau berikan kepada divisi ini
Sepenglihatanku, kau begitu bangga dengan divisi ini. Apalagi ketika mengucapkan jargon kita, SEHATI
Mawar, tetaplah menjadi mawar seperti seharusnya mawar yang tumbuh harum dan mewangi di kebun
Jika seseorang memetiknya, maka ia akan merasakan romantisnya kehadiran dirimu bagi orang di sekitarnya


SALAM REVOLUSIONER, Mawar J



Teruntuk Temanku yang Baik Hatinya, Nadia Putrianti

Teruntuk Nadia…
Nadia, dedikasi yang kau berikan untuk divisi ini cukup patut diacungi jempol
Semua itu terbukti saat kau diamanahkan sebagai koor. acara TBC E&A
Kau sungguh loyalitas terhadap proker kita ini, kau rela mengorbankan waktumu, bahkan di saat kau mengalami masa-masa terpahit pun kau masih bisa tegar dan tersenyum
Aku salut atas kemampuan dirimu mengatur waktu yang kau punya, kau berikan untuk keluarga, kuliah, mengajar, dan organisasi
Terima kasih sudah bersedia menjadi bagian dari RK, dedikasimu takkan kulupakan J

Love You Because of Allah, Nadia J



Teruntuk Temanku yang Pendiam, Yulianti Wardani

Teruntuk Dani…
Sejak awal ku mengenalmu, aku melihat kau tak banyak bicara
Mungkin aku menganggapmu hanya sebagai teman biasa, sebatas aku mengenalmu
Jujur, aku tak bisa dekat denganmu sedekat dengan teman-teman lainnya
Entah apa yang membatasi hal itu… Mungkin karena kau jarang ke sekret dan minimnya pertemuan RK sehingga kita hanya sebatas mengenal nama
Maaf jika diri ini membuatmu tak nyaman menjadi bagian dari keluarga ini
Maaf jika diri ini belum bisa menjadi teman seperjuangan yang perhatian kepadamu
Maaf jika aku tak pernah menanyakan kabar dirimu
Namun, aku mengucapkan terima kasih padamu karena kau masih bersama keluarga ini, khususnya divisi ini, RK Sehati
Terima kasih atas segala kontribusimu untuk RK maupun HMJ


Love You Because of Allah, Dani J



Teruntuk Temanku yang Ngeselin, Rizki Ramadhan

Teruntuk Rizki…
Ketika pertama kali aku melihatmu di ADM, ketika temanku bertanya kepadamu di divisi mana kau diterima, kau menjawabnya RK
Aku mencoba menyapamu dan memberitahumu bahwa aku juga diterima di divisi RK. Namun, kau tak menggubrisnya.
Entah karena kau tak sadar dengan perkataanku atau memang karena kau belum mengenalku bahkan mengetahui namaku
Lalu, ketika pertemuan RK untuk pertama kalinya, kau pun masih bersikap seperti itu. Mungkin, memang dirimu seperti itu. Aku paham.
Aku mengenal dirimu sebagai sosok yang aktif, pemberani, dan siap mengemban amanah yang diberikan, walaupun kau memang yang termuda di antara kita
Namun, di balik sosok itu terdapat sebuah kekurangan yang aku ketahui setelah beberapa bulan kepengurusan.
Menurutku, kau adalah orang yang sok tahu, ngeselin, dan kalau berbicara seperti orang malas-malasan. Itulah yang terkadang membuatku malas menegurmu
Maaf, jika diri ini menilaimu seperti itu
Sungguh, tak ada maksud apapun aku berkata demikian
Aku hanya memberikan sedikit pendapat tentang dirimu
Terima kasih karena kau telah banyak berkontribusi untuk RK dan HMJ
Semoga semua kebaikan yang telah kau berikan, biarlah Allah SWT yang membalasnya


Semangat Berkontribusi Yaaaa, Rizki J

  

Teruntuk Temanku yang Cantik, Gesti Nuryati
Teruntuk Gege…
Entah apa yang harus kukatakan tentang dirimu
Selama ±10 bulan kebersamaan ini, aku memang tak mengenalmu begitu dekat. Aku jarang bertanya perihal kabarmu, keadaanmu…
Maaf jika kau merasa kurang nyaman denganku atau dengan yang lainnya
Maaf jika diri ini tak pernah menanyakan kabarmu
Maaf jika aku belum bisa membuatmu nyaman dan menjadi teman yang baik untukmu di divisi ini
Sungguh, semua itu kulakukan bukan karena aku tak ingin berteman denganmu atau karena hal lainnya
Namun, akulah yang tak bisa mendekatimu secara pribadi. Aku terlalu kaku
Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas kontribusimu dan kesediaanmu tetap bersama kami di divisi ini
Maafkan segala kekhilafanku selama ini, temanku yang cantik ^_^

Love You Because of Allah, Gege J



Teruntuk Temanku yang Tak Tergantikan Semangatnya, Nugroho Chalifanto

Teruntuk Nunu…
Telah banyak kenangan yang kau ukir bagi divisi ini walaupun hanya sebentar
Semangatmu, senyumanmu, dedikasimu, tak akan kami lupakan begitu saja
Kehilangan? Ya, kami semua merasa kehilanganmu ketika kau memutuskan untuk tak bersama kami lagi
Sedih? Pasti!! Rumpin lah yang menjadi saksinya. Kami menangis.
Saat itu, kami mengadakan makrab. Namun, hanya tiga orang yang hadir dari divisi ini
Betapa irinya kami kepada divisi dan biro lain ketika KadivBir mereka hadir, sedangkan RK hanya bertiga tanpa Kadiv! Ditambah lagi dengan keputusanmu untuk tak lagi bersama kami. Kami bertiga makin bertambah sedih! Air mata pun jatuh tak tertahan lagi
Entahlah, sudah berapa banyak usaha yang kami lakukan agar kau kembali ke barisan ini. Namun, kau tetap teguh untuk keluar dari barisan ini
YA, kami tak bisa berbuat apa-apa lagi
Kami hanya berdoa semoga kau tetap tersenyum dan bersemangat seperti kau apa adanya ketika kita pertama kali bertemu
Semangatmu takkan pernah kami lupakan
Semangatmu akan terus berada di divisi ini, RK SEHATI.


Semoga Kau Selalu Bersemangat, Nunu… J


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Dinamika Personal Versi Liana"

Posting Komentar