Namanya Si Tom

Si tom, sebut saja begitu namanya. Sejak awal bertemu di ruangan itu biasa saja, tak ada tegur sapa. Aku merasa asing dengan ruangan tersebut, tak ada yang ku kenal kecuali teman dekatku yang sudah 3 tahun lamanya bersama.

Ruangan itu terasa hampa, hening, dan.. biasa, biasa bagi mereka yang sudah berteman lama. Ku lihat sepintas, tom bersikap diam saja. Ku kira dia memang pendiam. Beberapa bulan berlalu, kami semua sudah merasa akrab berteman di ruang itu. Begitu juga dengan tom. Tom mulai mengeluarkan sikap aslinya seperti suka bermain cicak, tidak suka memakai sepatu, terkadang juga terdiam begitu saja. Aku memang menganggap semua ini biasa saja. Biasa meminjam hpnya, bertanya, mengobrol, sedikit bercanda, dan terkadang ada yang iseng duluan entah siapa yang mulai.

Makin lama aku akrab dengan dia, entah kenapa belakangan ini tom aneh. Dimulai dari hmm apa ya.. Aku agak lupa. Oh iya, dia mentionku di twitter untuk dm-in nomerku. Agak aneh ya? Padahal kita kan lagi di ruangan yang sama? Ya sudah, aku dm dia saja dan ku bilang 'dm sent'. Tanpa mengecek dm sent lagi, ku kira sudah terkirim. Tak lama kemudian dia mention lagi 'mana dm nya? Ga ada'. Aneh memang dan aku baru menyadarinya kalau dm nya memang tidak ada. Langsung saja ku sms si tom. Hmm ku kira dia sudah tau nomerku. Satu ruangan tapi bergurau lewat sms. Tak penting memang.

Banyak hal lagi yang membuat kepalaku dipenuhi tanda tanya besar, salah satunya ketika di hari ulang tahunku. Di saat teman yang lain mengucapkan langsung, si tom baru sadar. Hp ku bergetar dan ternyata sms dari tom, 'ultah ya selamat ya'. Hah? Kenapa tidak bicara langsung saja??? Padahal masih satu ruangan dan berdekatan, cuma beda 1 bangku. Sempat tertawa ketika ku membacanya dan hatiku bertanya lagi, kenapa dia bertingkah seperti itu?? Untuk kali ini aku tidak mau gr dulu. Kejadian sebelumnya, gr membuatku gagal. Ah aku belum mendapat petunjuk tentang si tom!

Sejak saat itu, aku jadi sering membuka akun twitternya dan mencari kabar siapa tau ada suatu petunjuk. Tapi ternyata, biasa saja. Tom.. Tom.. Kau berhasil membuatku deg-degan ketika kau smsku atau ketika duduk bersebelahan. Tanpa ku sadari, temanku membaca sikap aku dan tom ketika kami saling berdekatan. Agak membuatku shock kenapa dia bisa menilai seperti itu??

aaaah, memang ada yang berbeda. Tapi aku tak mau gr dulu, cukup bersikap biasa saja! Walaupun begitu, ketika aku bertemu atau melihat si tom tetap saja ada rasa ingin melihatnya. OMG!! Ini gawat!!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Namanya Si Tom"

Posting Komentar