Gagal?
Ya, mungkin tiap orang pernah merasakan kegagalan, tetapi pernah pula merasakan keberhasilan.
Mungkin, keberhasilan hanyalah milik orang-orang yang bersungguh-sungguh melakukan segalanya.
Gagal?
Ya, mungkin saat ini aku tengah merasakan kegagalan. Sebetulnya, akulah yang membuat kegagalan itu nyata. Nyata terlihat saat ini. Mungkin aku terlalu merasakan nikmatnya keberhasilan yang pernah aku rasa.
Tapi kini? Nyatanya aku selalu berada dalam kegagalan. Melihat orang lain yang berada di atasku selalu mengerjakan lebih dari yang aku kerjakan.

Gagal?
Ya, mungkin diriku tak pandai mengatur waktu, mengatur rasa, dan mengatur segalanya hingga semua orang berada di atasku dan aku berada di bawah mereka. Kau tahu kutipan "DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT" ? Ya, aku tahu itu. Meskipun masih ada yang berada di bawah kita, tapi setidaknya kita harus melihat orang-orang yang berada di atas kita.
Gagal?
Ya, mungkin aku termasuk dari bagian orang-orang yang tak ingin memiliki usaha lebih. Sebab, usaha lebih akan dicapai bila kita memiliki banyak waktu untuk memantapkan usaha-usaha tersebut. Sedangkan aku? Aku terlalu terlelap dalam mimpi-mimpi lamaku. Aku jatuh... Aku sakit... dan Aku menyesal...
Seandainya aku memiliki waktu banyak, aku juga ingin seperti mereka yang bebas menggunakan waktu-waktu mereka. Bukan aku tak mau berusaha, hanya saja aku selalu mempunyai 1000 alasan untuk memiliki kegagalan. Maka, kegagalan itulah yang aku buat sendiri.
Maaf, jika suatu saat nanti aku mengecewakan kalian.
Maaf, jika suatu saat nanti aku tak mampu bangkit
Maaf, jika suatu saat nanti aku pun tak mampu membanggakan kalian
Ya, mungkin tiap orang pernah merasakan kegagalan, tetapi pernah pula merasakan keberhasilan.
Mungkin, keberhasilan hanyalah milik orang-orang yang bersungguh-sungguh melakukan segalanya.
Gagal?
Ya, mungkin saat ini aku tengah merasakan kegagalan. Sebetulnya, akulah yang membuat kegagalan itu nyata. Nyata terlihat saat ini. Mungkin aku terlalu merasakan nikmatnya keberhasilan yang pernah aku rasa.
Tapi kini? Nyatanya aku selalu berada dalam kegagalan. Melihat orang lain yang berada di atasku selalu mengerjakan lebih dari yang aku kerjakan.

Gagal?
Ya, mungkin diriku tak pandai mengatur waktu, mengatur rasa, dan mengatur segalanya hingga semua orang berada di atasku dan aku berada di bawah mereka. Kau tahu kutipan "DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT" ? Ya, aku tahu itu. Meskipun masih ada yang berada di bawah kita, tapi setidaknya kita harus melihat orang-orang yang berada di atas kita.
Gagal?
Ya, mungkin aku termasuk dari bagian orang-orang yang tak ingin memiliki usaha lebih. Sebab, usaha lebih akan dicapai bila kita memiliki banyak waktu untuk memantapkan usaha-usaha tersebut. Sedangkan aku? Aku terlalu terlelap dalam mimpi-mimpi lamaku. Aku jatuh... Aku sakit... dan Aku menyesal...
Seandainya aku memiliki waktu banyak, aku juga ingin seperti mereka yang bebas menggunakan waktu-waktu mereka. Bukan aku tak mau berusaha, hanya saja aku selalu mempunyai 1000 alasan untuk memiliki kegagalan. Maka, kegagalan itulah yang aku buat sendiri.
Maaf, jika suatu saat nanti aku mengecewakan kalian.
Maaf, jika suatu saat nanti aku tak mampu bangkit
Maaf, jika suatu saat nanti aku pun tak mampu membanggakan kalian
Tapi, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bangkit dari kegagalanku, cepat atau lambat!









0 Response to "Sebuah Kegagalan"
Posting Komentar