Resensi "23 Episentrum"
#Kecebook #NonProkerRK2013-2014
![]() |
| Sumber: www.google.com |
Identitas Buku
Judul : 23
Episentrum
Penulis : Adenita
Penerbit : Grasindo
Tebal : 278
Kategori Buku : Fiksi
Tahun Terbit : 2012
Sinopsis
23
Episentrum merupakan sekuel dari novel sebelumnya, yaitu 5 Matahari, yang
menceritakan tentang perjalanan hidup Matari Anas yang berusaha memperjuangkan
mimpinya untuk mencicipi bangku kuliah. Berbekal keberanian dan tekad yang kuat
untuk merubah nasib diri dan keluarganya, Matari harus rela banting tulang dan berhutang
sana-sini untuk menutupi biaya hidup dan kuliahnya di Bandung. Hingga akhirnya,
ia berhasil meraih gelar sarjana seperti yang ia impikan selama ini. Dengan
diraihnya gelar sarjana, bukan berarti ia terbebas dari segala tuntutan hidup.
Kini, masalah yang ia hadapi adalah bekerja sekeras mungkin untuk melunasi
hutangnya yang berjumlah puluhan juta rupiah.
Matari Anas, seorang Sarjana Komunikasi
Universitas Panaitan, Bandung, yang merasa terlambat memulai kariernya karena
ia baru saja lulus di saat teman-temannya sudah menjadi kutu loncat dalam
bekerja. Tari, begitu nama panggilannya, memiliki impian untuk menjadi news anchor. Namun, ia harus menunda
impiannya tersebut karena ia diterima bekerja di kantor berita bernama TvB sebagai seorang
reporter, bukan news anchor. Dan, TvB adalah tempat Matari melanjutkan impian
hidupnya dengan tujuan utama: melunasi utang kuliahnya, 55 juta! Mampukah Tari
melunasi utangnya sekaligus mencapai impiannya sebagai news anchor?
Awan Angkasa, seorang Sarjana
Matematika yang merasa salah memilih pekerjaannya yaitu sebagai Treasury Finance di Bank Madani. Bagi Awan, pekerjaan yang dilakoninya
saat ini karena ingin menggugurkan kewajibannya sebagai seorang lulusan
perguruan tinggi ternama yang harus cepat bekerja dan Awan tak mampu mengubah
stigma dari ibunya bahwa bekerja itu haruslah di kantor. Mampukah Awan merubah
stigma ibunya dan memilih jalan hidup yang telah ia impikan sebagai penulis
naskah film?
Prama Putra Sastrosubroto, 27 tahun,
seorang Sarjana Teknik Perminyakan yang lulus tepat waktu dan langsung dilamar
oleh perusahaan minyak Prancis, T&T, sebagai Reservoir Engineering, dan berstatus sebagai International Mobile Employee. Status yang membuatnya harus siap
berkelana ke berbagai belahan benua. Namun, semua pencapaian itu tidak serta
merta membuatnya bahagia. Prama merasa refleksi kariernya bukan pada uang,
namun pada ketenangan serta kebahagiaan hati. Mampukah Prama menemukan
kebahagiaan hatinya yang selama ini ia cari?
Seluruh kisah mereka akan terangkai
dalam sebuah perjalanan mata, hari, dan hati. Mereka akan jadi saksi bagaimana
impian mereka terwujud dengan jalannya masing-masing. Saksi dari sebuah
perjalanan hidup yang penuh dilema dan pertanyaan hidup yang terus bermunculan.
Karena intinya, setiap orang berhak mengukir perjuangannya sendiri dan bebas
memperjuangkan apa yang diyakininya.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Kelebihan :
Kelebihan
dari buku 23 Episentrum adalah buku 2 in 1, yaitu tersedianya buku “Suplemen 23
Episentrum” yang berisi cerita tentang 23 orang yang berani melakukan
pekerjaannya sesuai dengan apa yang mereka cintai. Kisah kecintaan terhadap apa
yang mereka lakukan. Karena mereka percaya, sesuatu yang dilakukan dengan hati
akan selalu menghasilkan energi yang tak pernah mati.
Kekurangan :
Kekurangan dari buku ini yaitu klimaks dari jalan cerita yang dihadirkan kurang maksimal. Permasalahan yang dialami oleh tokoh mengalir terselesaikan begitu saja.



.jpg)






0 Response to "Resensi Buku 23 Episentrum"
Posting Komentar